Who Am I…? Sebuah Pencarian Jati Diri

     Acara kajian rutin YISC bulan Mei kembali diselenggarakan, tepatnya pada tanggal 01 Mei 2008. Dalam kesempatan ini diambil tema “Who Am I..?” Hadir sebagai pembicara dalam kajian ini adalah Ustad Zulianto, SE. Acara diikuti sekitar 40 Peserta, bertempat di TPA Al Barokah, Sentul Lio, Kragilan Serang, Banten.

Ustad Zulianto, SE

Ustad Zulianto, SE

     Dalam kesempatan ini, Ustad Zulianto selain memaparkan materinya, juga mengajak peserta untuk bermain dalam Games. Games dikonsep untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa saling menyayangi antar sesama.

Berikut resume yang berhasil di-record:

     Siapa sich sebenarnya kita?, Mengapa kita diciptakan, Untuk apa kita ada,dan akan kemanakah kita?, pertanyaan untuk kamu yang lagi yang cari jati diri.  Usia remaja diidentikan dengan pencarian jati diri, usia 15 tahun atau 17 tahun ?.., Kalau kita flas back history para sahabat nabi, Ali katakanlah, dalam usia 10 tahun, Beliau sudah menemukan jati dirinya yaitu dengan menyatakan keIslaman kepada Rosulullah SAW,  dengan usia yang masih muda, Beliau sudah berdakwah bersama Rosulullah SAW, jadi kalau usia 17 tahun, remaja lagi menemukan jati diri itu sebenarnya  sudah terlambat, tapi jangan takut,coz kan kagak tahu.

Gi serius mengikuti penuturan Ustad neh...

Gi serius mengikuti penuturan Ustad neh...

 

KISAH SALMAN AL FARISI

     Sebelum masuk Islam, Salman Al Farisi beragama Nasrani.Ia berguru kepada seorang pendeta di sebuah gereja. Pendeta tersebut sering menyampaikan kepada Salman tentang kabar akan munculnya nabi terakhir yang di utus Allah.

 Dari mana pendeta itu tahu ? Tentu saja dari kitab suci yang ia baca dan kaji, yaitu injil.

   Pada akhirnya, guru ngajinya … eh … pendeta gurunya Salman meninggal dunia. Sebelum meninggal , Ia sempat berpesan kepada Salman bahwa ia telah mendapat kabar munculnya nabi yang selama ini di tunggu – tunggu di jazirah Arab.Tepatnya di daerah yang di sana terdapat rumah Allah
( Baitullah),yaitu Mekah.

     Lantas, mulailah Salman mengembara menuju ke Mekah. Namun sayang, begitu tiba di Mekah,ternyata orang yang di cari Salman ( yaitu Muhammad ) telah hijrah ke Yasrib / Madinah. Nah, apakah Salman gondok, lalu menyerah ? tentu tidak…! Salman terus melanjutkan perjalanan ke kota Madinah, dan setibanya di Madinah Salman melakukan pengamatan terhadap nabi tersebut.Tentu saja Salman nggak langsung percaya.

     Menurut kitab yang dibacanya,nabi tersebut memiliki dua ciri. Ciri pertama : Nabi tersebut tidak menerima sedekah,tetapi menerima hadiah. Salman menyasikan bahwa Suatu hari Muhammad di kirimi semangkuk besar susu kambing oleh tetangganya. Tetangga tersebut berkata bahwa ini adalah sedekah.Kemudian Muhammad memanggil orang – orang miskin yang ada di dekat rumahnya untuk meminum susu itu bersama sama. Tetapi Muhammad tidak ikut minum! Esok harinya,seorang tetangga lagi yang mengirim susu lagi. Tetangga itu berkata bahwa ini adalah hadiah.Maka sekali lagi Muhammad memanggil orang – orang miskin tersebut untuk minum bersama – sama, kali ini Muhammad ikut minum!
     Nah ciri pertama ada pada nabi tersebut. Ciri kedua! Nabi itu memiliki bulatan sebesar apel di punggungnya. Nah, lho ! Salman bingung! Gimana caranya bisa tahu? Padahalkan Muhammadkan selalu pakai baju.Mau mengintip? Enak aja…malu dong!
     Akhirnya, pada suatu hari,ada penduduk yang meninggal dunia. Muhammad memimpin acara penguburannya jenazah.Saat pengalihan kubur Muhamad agak menurunkan bajunya,sehingga punggungnya kelihatan,dan mata Salman melihat adanya bulatan merah sebesar apel di punggung Muhammad.
     Air mata Salman bercucuran dan serta merta memeluk Muhammad dari belakang dengan sangat gembiranya. Maka Salman pun bersyahadah di hadapan Muhammad saw, dan disaksikan sahabat – sahabat yang lain saat itu juga.

Subhanallah !!Salman masuk Islam dalam barisan kaum muslimin.

IBROH BAGI KITA, REMAJA!!!

     Salman adalah seorang hamba Allah yang dengan gigihnya mencari kebenaran,sampai akhirnya,ia mendapatkan Islam. Ia mencari Islam dengan cara yang tidak mudah. Kita patut bersyukur kepada Allah akan nikmat keimanan dan Islam yang mudah kita miliki saat ini.

KESAKSIAN MANUSIA DI ALAM RUH

Mari kita simak ayat yang indah yang terdapat di dalam Al- Qur’an. Allah berfirman :
Dan ( ingatlah ) ketika Tuhanmu mengeluarkan anak – anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ” Buknkah Aku Tuhanmu ? “Mereka menjawab: “Betul, Engkau Tuhan kami, kami jadi saksi, ” ( Kami lakukan yang demikian itu ) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang – orang yang lengah terhadap ini ( keesaan Tuhan).” (Q.S. Al A’raf : 172 )

     Nah, kalian ingat nggak kalau dulu pernah mengalami peristiwa yang satu ini?.. ternyata , tidak seorangpun di antara kita ingat, karena peristiwa tersebut terjadi sebelum kita lahir, sebelum kita ada di dalam rahim ibu kita, yaitu alam ruh. Allah yang membuat kita lupa lalu Allah memberi tahu lewat kitab-Nya, tentang persaksian kita dialam ruh, itu adalah petualangan kita yang pertama. Nah kita udah dilahirkan tentunya kita ingat bahwa kita udah bersyahadah kepada Allah, Dengan demikian kita harus menjaga keimanan dan keislaman kita yang luar biasa mahal tersebut , agar jangan sampai lepas, meski nyawa taruhanya!.., Kita memohon kepada Allah senantiasa memperbaharui keimanan kita dan menambah hidayah bagi kita.
 “Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinika wa tha’atik.” (Wahai Tuhan Yang membolak – balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama – MU dan ketaatan pada  – Mu)

Ayo Semuanya semangat...!!!

Ayo Semuanya semangat...!!!

[yanti-yisc]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s