Nonton bareng “Koran Gondrong”

     Nonton bareng diadakan pada Ahad, 29 Juni 2008. Alhamdulillah secara keseluruhan acara berjalan lancar. Meski ada beberapa kendala yang menghadang, namun aktivitas dakwah harus tetap jalan [^_^]
     Yang pertama proyektor yang panitia pinjam ternyata urung didatangkan, hal ini membuat panitia menjalankan Plan B yakni menggunakan TV (Untuk Pak Adnan – Syukron atas pinjaman TV-nya Ya..)
 
Ustad Wawan Muliawan

Ustad Wawan Muliawan

 Tak hanya itu saja halanganya, ketika jam telah menunjuk pukul 09.00 Ust. Wawan belum juga hadir di TPA Albarokah, lokasi pemutaran film. Tampak gelisah, itulah lukisan wajah Ketua Panitia dan akhirnya ia segera men-dial no HP Pak Ustad, suara di seberang sana menyebutkan bahwa ternyata Pak Ustad sedang menambal Ban motor yang bocor terkena paku, untung jaraknya hanya 1.5 Km dari tempat Acara segera saja 2 orang panitia dikerahkan untuk menjemput Pak Ustad ke bengkel (satu orang bertugas menjemput Pak Ustad, seorang lagi mengganti Pak Ustad menunggui motor yang masih di tambal oleh ahlinya)

Alhamdulillah akhirnya acara dapat dimulai meski ada pergeseran waktu 15 menit dari jadwal seharusnya. Selepas prakata dari Ketua Panitia Pak Ustad tiba di lokasi pemutaran film dan setelah Pak Ustad duduk bersila bersama peserta nonton bareng akhirnya film “Koran Gondrong” diputar. Setelah usai pemutaran Ustad Wawan mengupas tuntas film tersebut. Peserta sangat antusias dan senang dengan pemutaran film.

)

Tak ada proyektor TV-pun jadi.. ^_^

Berikut pembahasan filmnya :
Film berjudul “ KORAN GONDRONG ,” film berduransi 30 menit ini mengisahkan sebuah keluarga yang harmonis dengan lingkungan yang Islami yang kehidupannya  serba cukup. Akan tetapi Allah SWT, menguji keluarga tersebut lewat sifat dari salah satu anak laki – lakinya, yang sudah menginjak dewasa. Pemuda tersebut berpenampilan jauh dari nilai – nilai Islami, Rambut gondrong, suka nongkrong, hobi nge-band, kemana – mana naik motor gede. Tapi uniknya jika tiba saat menunaikan sholat ia tak pernah telat, terbukti meski bangun siang ia tak pernah melewatkan sholat subuhnya (karena abis sholat tidur lagi.. )

Konflik di film ini adalah antara anak muda  tersebut ( Farid namanya ) dengan kedua orang tua dan kakak perempuannya. Hampir setiap hari mereka berdebat gara – gara rambut gondrong. Farid selalu menolak ketika diminta untuk merapikan -baca memotong- rambutnya itu meskipun keluarganya menyediakan hadiah sejumlah uang agar ia mau potong rambut.

Dikisahkan pula ada seorang anak penjaja koran yang setiap pagi mengantar koran ke rumah Farid. Si bocah amat mengidolakan Farid, dia meniru gaya rambut idolanya itu “gondrong”. Suatu ketika Si bocah masuk Rumah Sakit dan harus dioperasi karena dihajar 2 preman jalanan.

Farid merasa terpanggil untuk membantu, dia akhirnya mengambil pilihan untuk memangkas mahkotanya dan mengambil “hadiah” dari keluarganya untuk membayar biaya operasi Si bocah penjaja koran.

Subhanallah, akhlak yang mulia. Farid mau mengorbankan apa yang paling ia sukai untuk menolong orang lain. Semoga kita semua bisa menirunya. [yanti-yisc]

Iklan

One response to “Nonton bareng “Koran Gondrong”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s